MSM West Midlands

Unity beyond borders

Mengintai Langit May 13, 2009

Filed under: puisi,Sharing,Wisdom for the Wise — msmwestmidlands @ 10:31 pm
Tags: ,

Tup! Tup! Tup!

Bunyi air menitik dari salur paip bumbung rumah sewa saya. Hujan renyai-renyai. Cuaca mendung lagi suram. Sepanjang pagi ini langit menangis. Air mata langit di UK halus rias, tak sama dengan titisan langit di rumah saya, nun jauh beribu batu di Malaysia. Kalau hujan di kampung saya tidak sah tanpa ribut petir dan kilat sabung-menyabung. Hujan itu rahmat. Jika kita ada deria keenam pasti kita tertegun mendengar pohon-pohon sibuk bertasbih memuji Ilahi. Apa lagi saat hujan menitis menghilangkan kekeringan menyuburkan salur vaskular xylem.

*******

Langit di sini juga saya perhatikan lebih rendah dan biru berbanding di Malaysia. Biru langit, biru lembut, merah, jingga, kelabu; semua jalur warna terbias indahnya langit. Subhanallah. Cantik sungguh. Sempurna langit tergantung tidak bertali. Pasti pembuat langit jauh lebih sempurna. Jauh lebih indah.

Berada di tempat orang, kita belajar banyak perkara baru. Malah kita mula mengenal erti rindu. Rindu yang teramat sehingga kita kadang-kala diusik sepi. Lama-kelamaan kita juga belajar berdikari, tetapi rindu tetap hadir menjenguk sesekali.

*******

Kembali melihat langit. Saya suka melihat langit. Ia ibarat menyimpan seribu satu rahsia keagungan Allah Maha Pencipta. Masakan tidak, jin-jin malahan sampai sanggup bertenggek atas sesama mereka menyusun anak tangga untuk mengintai langit tempat tersimpan kalamNya di Lauh Mahfuz. Akhirnya Allah SWT mengerahkan para malaikat untuk memanah barisan jin itu. Allah berhak menjaga kerahsiaanNya.

Di atas ‘arasy Allah SWT bersemayam. Hanya Nabi SAW kekasih pilihan selayaknya diangkat ke langit  melihat suasana penghuni syurga dan neraka lantas bertemu Yang Maha Kuasa.

Begitu manusia merintih lalu doa diangkat ke langit sana.

*******

Memandang ke langit, adakah timbul rasa keinsafan dalam hati kita? Langit begitu luas, bagaimana pula dengan dunia ini? Betapa kerdil manusia di sisi keagungan ciptaanNya. Tak terbayang berjuta-juta lagi galaksi selain Bima Sakti yang sekarang kita diami. Namun dunia tempat persinggahan sementara. Di penghujung jalan, yang menanti pasti antara dua; syurga atau neraka. Lebih luas kekal abadi pula.

Pernahkah terdetik di hati kita akan pertemuan dengan Allah SWT?

Pernahkah hati ini rindu padaNya?

Dan adakah kita sudah bersedia untuk diadili?

Adakah dengan bertambahnya ilmu(duniawi ukhrawi) menambah taqarrub(keberdekatan) kita kepadaNya?

Ya Allah, ampuni dosa ku menggunung tinggi.

Ampuni daku sering melanggar sumpah setia yang ku lafazkan untukMu.

Tersasar dan terjatuh berulang kali.

Ampunkan hamba ini sering menyakiti makhluk-makhlukMu.

Titipkan taufiq, hidayah, inayah dan cinta tiada henti buatku. Jua buat orang-orang yang ku cintai.

Biar di mana sahaja kami berada, kami masih melihat langit yang sama. Tetapkan takjub kami kepada Tuhan yang Esa. Selama-lamanya.

Ameen.

 

2 Responses to “Mengintai Langit”

  1. watashi Says:

    salam..sempoi dan best
    suka2=)

  2. si kacang Says:

    puitis..
    sarat unsur Ketuhanan,memberi peringtan dan pengajaran.Tadabbur alam :)SubhanaAllah.

    Teringat doa bila tgok ciptaan Allah yg mengagumkan.dari surah Ali Imran:191

    “Ya Tuhan kami,tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia,Maha Suci Engkau,lindungilah kami dari azab neraka”

    jazakillah khair kpd penulis diam2 ubi berisi atas post yg best ni;)

    wallahu’alam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s