MSM West Midlands

Unity beyond borders

TEMAN TAPI MESRA March 17, 2010

Filed under: Uncategorized — msmwestmidlands @ 10:39 pm

Adab dengan Kawan.

Kawan-kawan……kita sayang- menyayangi  tak antara satu sama lain?

Ingat lagi apa yang Nabi SAW kita pesan pasal sayang-menyayangi?

Mari sama-sama kita rujuk hadith ke-13 dalam Hadith Arbain…..

Bersabda Nabi SAW: “ Tidak sempurna iman seseorang kamu, sehinggalah ia mengasihi saudaranya sama seperti ia mengasihi dirinya sendiri.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Kawan1: Bertenang la kawan…… tu kan kita kena kasih saudara kita je…kite saudara ke?

Kawan2: Betul tu …jangan la salah tafsir pulak… (sambil gelak2 kat kawan yg tengah bagi nasihat tu)

Kesian kawan-kawan kita ni….

Baiklah…mari kita tengok pula apa yang Nabi SAW kita pesan dalam hadith ke-35 dalam Hadith Arbain. Kat situ, Rasulullah ada pesan banyak benda yg boleh kita adaptasi dalam kehidupan seharian kita dalam rentetan jejak-jejak hidup dalam dunia berkawan. Antaranya:

a)     Jangan saling berhasad dengki

b)     Jangan saling membenci

c)      Jangan saling memaling muka (bermasam muka)

Sebab……

Rasulullah SAW pesan supaya kita menjadikan diri kita sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.

Dalam hadith ke-35 juga….

Rasulullah SAW bersabda:“……. Seorang muslim adalah saudara kepada seorang muslim yang lain, ia tidak boleh menginaya, tidak boleh mendustainya dan tidak boleh menghinanya…….” (Riwayat Muslim)

Kawan1: Betul ke macam tu? (tergamam dengan hujah penasihat tadi)

Kawan2: ……………………..(speechless)

Jadi, apa yang perlu kita laksanakan sekarang?

Antara yang perlu kita laksanakan dengan menjaga dan menutup aib mereka juga apa-apa yang boleh memperlihatkan kelemahan mereka pada mata orang lain. Rasulullah berpesan juga mengenai hal ini dalam hadith ke-36 yang bermaksud: “……..Sesiapa yang menutup keaiban seorang muslim, pasti Allah akan menutup keaibannya pada hari akhirat………” . Ini baru satu hak yang perlu kita laksanakan dalam berkawan. Banyak je lagi hak-hak kawan kita ni.

Dialong menarik utk difikir-fikirkan

Persahabatan adalah ikatan persaudaraan antara seseorang dengan orang lain. Menjalin rasa persahabatan sesama muslim itu adalah sunnah. Nabi Muhammad S.A.W telah membina persahabatan yang mendalam antara kaum Muhajirin dan Ansar sehingga terjalin rasa setia kawan dan persatuan yang mantap di kalangan mereka.

Nabi SAW menurut hadits Abu Nu’aim dalam “Al-Hulliah” bersabda : “Dua orang yang mengikat tali persaudaraan adalah laksana dua belah tangan, satu diantaranya mencuci yang lain.”

Bila bertemu…


  • Apabila  berjumpa maka saling mengucap salam dan bersalam-salaman dan apabila berpisah maka berpisahlah dgn ucapan istighfar.
  • Senyummu ke wajah saudaramu adalah sedekah.
  • Apabila berkumpul tiga orang maka janganlah  dua orang berbisik-bisik (bicara rahsia) dan meninggalkan orang yg ketiga kerana hal tersebut akan menimbulkan kesedihan dan perasaan syak wasangka baginya.
  • Berbicara perkara yang baik adalah lebih bail daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara yang buruk.
  • Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya dan tidak merosakkannya (kehormatan dan nama baiknya).
  • Tidak menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. Saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian.
    • Apabila kawan muslim seseorang dizalimi dan dia tidak membelanya padahal sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di akhirat.
    • Belalah kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim cegahlah dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan .
    • Jangan menunjukkan kegembiraan atas penderitaan saudaramu nescaya Allah akan menyelamatkannya dan akan menimpakan kepadamu. {HR. Aththusi dan Tirmidzi}

Tertunaikah hak??

Sabda Nabi SAW menurut hadits Muslim dari Abu Hurairah: “Hak seseorang muslim kepada muslim lainnya 6 perkara : Apabila kamu berjumpa dengan dia, hendaklah memberi salam kepadanya. Apabila kamu diundangnya, maka perkenankanlah undangan itu. Apabila ia meminta nasihat kepadamu, nasihatilah ia. Apabila ia bersin dan memuji Allah (mengucap “Alhamdulillah”), maka jawablah dengan ucapan “yarhamukullah” (Allah merahmatimu). Apabila dia sakit, jenguklah dia. Dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya.”

Kata orang pintar : “Tiada seseorang bersahabat dengan seseorang, walaupun sesaat daripada siang, melainkan ia akan ditanya (bertanggung jawab) nanti tentang persahabatannya itu, apakah ia menegakkan hak-hak Allah dalam persahabatannya itu atau tidak. Apabila persahabatan itu terjalin dengan menegakkan hak-hak Allah maka wajiblah ia mendapat beberapa hak.”

i.            Hendaklah kasih sayang kepada mereka, seperti mengasihi diri sendiri. Jangan mengkhususkan sesuatu untuk diri peribadi, tanpa mengendahkan mereka.

Sabda Nabi SAW : “Tiada (sempurna) iman seseorang kamu, hingga ia mengasihi saudaranya sebagaimana ia mengasihi dirinya sendiri.”

ii.            Hendaklah memberi salam, berjabat tangan dan bertutur kata yang manis, apabila berjumpa dengan mereka.

Sabda Nabi SAW menurut hadits Thabrani : “Apabila dua orang Muslim   berjabatan tangan, tidak terpisah kedua telapak tangan mereka, hingga dosa mereka berdua diampuni Allah.”

iii.            Bergaul sesama mereka dengan akhlak yang baik, sayang menyayangi dan tidak lekas marah.

Firman Allah Q.S. Al-Qalam: 4

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang tinggi.”

Sabda Nabi SAW menurut hadits Turmudzi dan Ibnu Hibban : “Orang Mu’min yang paling sempurna imannya, ialah mereka yang paling baik akhlaknya.”

iv.            Hendaklah bersikap tawadlu’ (rendah hati) kepada teman

Surah al-Hijr: 88

“Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.”

Sabda Nabi SAW menurut hadits Ahmad, Al-Bazzar dan Thabrani : “Barangsiapa merendahkan diri karena Allah niscaya Allah akan mengangkat derajatnya. Pada penglihatannya, dia kecil, (tetapi) dimata orang banyak dia besar (terhormat). Dan barangsiapa sombong, niscaya Allah meletakkannya (merendahkan martabatnya). Di mata orang banyak dia kecil, (tetapi) dimatanya sendiri dia besar, sehingga ia lebih hina bagi kamu daripada anjing atau babi.”

v.            Berusaha mencari kerelaan mereka dan memandang mereka baik, saling menolong dalam menegakkan kebajikan dan taqwa serta mencintai Allah, mendorong mereka supaya berusaha mencapai kerelaan Allah.

Firman Allah :

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Maidah: 2)

Sabda Nabi SAW menurut hadits Abu Daud dengan sanad jaiyid : “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang Raja, dijadikannya seorang wazir (menteri) yang jujur (benar) untuknya. Jika baginda lupa, diingatkannya, dan jika teringat, dibantunya. Dan apabila Allah tidak menghendaki demikian (sebaliknya), maka dijadikan-Nya (seorang menteri jahat untuknya. Jika raja lupa, tidak diingatkannya. Dan jika ingat tidak dibantunya.)”

vi.            Menyayangi teman-teman (yang tua dihormati dan yang lebih muda disayangi)

Sabda Nabi SAW menurut hadits Turmudzi : “Tiadalah termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang-orang tua kami dan tidak menyayangi orang-orang kecil (anak-anak) kami.”

Hadits Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa tidak menyanyangi orang, niscaya Allah tidak menyayanginya.”

vii.            Menasihati kawan dengan cara lemah-lembut dan bijaksana

Imam Sya’rani berkata : “Barangsiapa tidak menyembunyikan kesalahan teman yang dilihatnya, niscaya terbukalah pintu yang menyingkapkan auratnya, sesuai dengan kesalahan yang menonjol dari temannya tadi.”

Sabda Nabi SAW menurut hadits Ibnu Majah : “Barangsiapa menyembunyikan aurat (aib) saudaranya, niscaya Allah menyembunyikan (menutupi) aibnya. Dan barangsiapa membukakan aurat (aib) saudaranya, niscaya dibukakan Allah aibnya, sehingga keaibannya itu disiar-siarkannya dalam rumahnya.”

viii.            Bersangka baik terhadap rakan.

Firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Hujurat: 12)

ix.            Menerima kemaafannya, apabila teman itu meminta maaf, meskipun ia berdusta. Sebab orang yang merelakanmu pada lahirnya, meskipun membencimu pada batinnya, sesungguhnya ia telah mematuhi dan menghargaimu.

Sabda Nabi SAW menurut hadits Al-Hakim dan disahihkannya : “Barangsiapa didatangi sahabatnya, mohon dilepaskan dari kesalahannya (dosa)nya, hendaklah diterimanya, baik sifatnya membenarkan atau membatalkan. Barangsiapa tidak berbuat demikian, niscaya ia tidak akan dapat mendatangi kolam-Ku nanti pada hari qiamat.”

x.            Mendamaikan sengketa di antara sahabat-sahabatmu.

Firman Allah :

“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” (Q.S. Al-Hujurat: 10)

Nabi SAW besabda menurut hadits Thabrani dan Al-Baihaqi: “Sedekah yang paling baik adalah mendamaikan orang yang berselisih.”

xi.            Hendaklah jujur dalam pergaulan dengan kawan, jangan lupa mendoakan mereka, supaya mereka mendapat ampunan.

xii.            Melapangkan tempat duduk untuk teman dalam majlis.

Nabi SAW menurut hadits Al-Baihaqi bersabda : “Sesungguhnya bagi seorang Muslim itu ada hak, apabila melihat saudaranya datang ia menjauhkan diri (menyediakan tempat) untuknya.”

xiii.            Menanyakan namanya dan nama ayahnya

Menurut hadits Al-Baihaqi : “Bila anda bersahabat dengan seseorang tanyalah namanya dan nama ayahnya. Jika ia tidak di tempat (ghaib), anda menjaganya, jika ia sakit, anda menjenguknya dan jika ia meninggal dunia, anda menyaksikannya (ikut mengantar jenazahnya).”

xiv.            Menjaga perangai mereka, dan menjaga kehormatan (nama baik) mereka.

xv.            Menepati janji apabila berjanji dengannya

Sabda Nabi SAW menurut hadits Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan An-Nasa’i dari Abu Hurairah : “Tanda-tanda munafik itu tiga : apabila berbicara, ia dusta, apabila berjanji, ia mungkir dan apabila dipercayai (diberi amanah), ia khianat.”

Ciri-ciri teman yang baik:

1. Berakal
Seseorang yang mengetahui segala urusannya sesuai dengan keadaan serta kemampuannya dan tidak berlebihan.

2. Baik akhlak
Nabi Sallallahu’alahiwasalam bersabda:
“seorang muslim adalah seorang yang dapat menyelamatkan saudara muslimnya dari gangguan tangan dan lisannya”

Beliau juga bersabda:
“sebaik-baik amalan adalah memberikan rasa bahagia pada saudara semuslim”

3. Bukan seorang yang fasik
Seseorang yang tidak memiliki rasa takut terhadap Allah Azzawajalla.dan ini merupakan salah satu teman yang seharusnya di jauhi. Kerana cepat atau lambat teman ini akan menarik kita untuk menjadi sepertinya, apabila kita tidak mampu untuk menarik dia.

4. Tidak rakus terhadap dunia

Semoga bermanfaat untuk semua.

Peace!

 

One Response to “TEMAN TAPI MESRA”

  1. Prisma Says:

    Terima kasih artikelnya, bagus sekali, kebetulan saya punya teman yang sedang berselisih. Semoga saya bisa membantu mendamaikan keduanya ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s